Iklan

Gambar Pilihan

Gambar Pilihan
9

Khamis, 26 Februari 2009

Teknik-teknik Persetubuhan

Teknik-teknik persetubuhan atau senggama

Pelbagai buku ada di pasaran sama ada secara explicit atau terselindung. Sebaik-baiknya pilihlah jimak secara islam. Seks yang dilakukan dengan cara yang sama sahaja akan membosankan. Oleh itu, sentiasa pelbagaikan kaedah berjimak atau bersenggama anda. Baca artikel ini yang dijamin akan manghasilkan aksi yang ghairah dan hebat di ranjang tidur!


Teknik Bersetubuh Barat
Sebenarnya terdapat banyak posisi persetubuhan yang diketahui di Timur mahupun di Barat. Namun begitu, kebanyakkan dari posisi jimak adalah lebih kurang sama, dan kebanyakan posisi jimak itu adalah merupakan posisi sementara. Ini kerana bersetubuh dengan posisi biasa iaitu perempuan di bawah dan suami di atas itu adalah yang paling popular dan cukup menyenangkan.


Posisi Hubungan Seks Ketika Hamil

Bila anda hamil ini tidak bermakna anda sudah tidak boleh melakukan hubungan seks lagi. Sebaiknya anda perlu mengetahui beberapa posisi hubungan seks yang terbaik dan selesa ketika kehamilan kita semakin membesar.


Berikut adalah beberapa posisi hubungan seks terbaik semasa hamil:


Posisi wanita di atas. Posisi ini adalah paling selesa untuk kebanyakan ibu hamil. Ini kerana pada kedudukan ini wanita hamil dapat mengawal kedalaman penetrasi.


Posisi duduk. Posisi ini biasanya popular dikalangan wanita yang berada pada pertengahan kehamilan kerana ia tidak memerlukan banyak gerakan. Suami duduk dan isteri duduk diatasnya dalam keadaan saling berdepan. Atau apabila isteri sudah semakin sarat kedudukan isteri membelakangi suami pula adalah posisi yang terbaik.


Posisi suami berada di atas tetapi hanya berbaring separuh badan.


Posisi berlutut atau berdiri.

Yang paling penting dari semua posisi seks semasa hamil tersebut anda perlu pastikan agar tidak memerikan tekanan atau beban pada perut ibu hamil.


Kita sedar bahawa hubungan seks merupakan satu bahagian penting dalam menyatakan perasaan kasih sayang, rasa aman dan tenang, menimbulkan perasaan kebersamaan dan mendekatkan perasaan dalam hubungan suami isteri.


Tetapi jangan pula kita meletakkan hubungan seks sebagai peranan paling penting dalam keselarasan hubungan suami isteri. Sebagai contoh kita boleh hanya dengan cara berkomunikasi, berpelukan, bercium atau bergurau senda dapat merapatkan dan mengeratkan lagi hubungan kasih sayang kita suami isteri tanpa harus melakukan hubungan seksual. Itu sebabnya dalam semua hal kita mahupun isteri perlu saling memahami keinginan masing-masing.


Adakah Hubungan Seksual Semasa Hamil Merbahaya?

Ramai yang bertanya kepada saya adakah boleh melakukan hubungan seksual semasa hamil? Tak bahayakah?


Ya, anda boleh melakukan hubungan seksual dengan pasangan anda semasa kehamilan biasa atau normal.


Ada antara ibu yang risau dan salah anggap tentang seks semasa hamil boleh menyebabkan infeksi atau menjejaskan kandungannya semasa melakukan hubungan seks.


Hubungan seks atau orgasm tidak membahayakan bayi di dalam kandungan anda kerana adanya lendir dari serviks ibu(mulut rahim) yang membantu melawan terhadap kuman atau infeksi yang akan masuk ke dalam pintu rahim dan secara semulajadi juga Allah s.w.t telah menciptakan suatu perlindungan kepada bayi dalam kandungan. Bayi dalam kandungan kita berada dalam ruang rahim dan cairan ketuban serta otot rahim dan perut yang kuat melindungi bayi selama dalam proses kehamilan.


Namun kehamilan anda akan termasuk dalam kehamilan dengan risiko sekiranya ada komplikasi atau ada symptom yang tidak pernah anda rasa atau hadapi sebelum ini seperti rasa ngilu, kontraksi atau pendarahan maka anda perlu segera berjumpa denga doktor sebelum anda melakukan hubungan seksual lagi.


Biasanya doktor akan menasihatkan agar anda tidak melakukan hubungan seksual pada kes-kes kehamilan berikut:


1. Ancaman keguguran atau pernah alami keguguran.

2. Placenta berada dibawah (plasenta previa)

3. Riwayat kelahiran premature (pra-matang)

4. Pendarahan vagina atau keluar cairan yang tidak diketahui penyebabnya.

5. STD atau penyakit seksual yang menular.


Jika anda masih ragu-ragu untuk melakukan hubugan seks semasa kehamilan, jangan anda merasa malu untuk membincangkannya dengan doktor anda


Dipetik dari Mengandung dot com

Rabu, 25 Februari 2009

Jangan Dekati Zina

Tidak menghairankan kalau seluruh agama Samawi mengharamkan dan memberantas perzinaan. Terakhir ialah Islam yang dengan keras melarang perzinaan serta memberikan ultimatum yang sangat tajam.


Karena perzinaan itu dapat mengaburkan masalah keturunan, merusak keturunan, menghancurkan rumahtangga, meretakkan perhubungan, meluasnya penyakit kelamin, kejahatan nafsu dan merosotnya akhlak. Oleh karena itu tepatlah apa yang dikatakan Allah:


“Jangan kamu dekat-dekat pada perzinaan, karena sesungguhnya dia itu perbuatan yang kotor dan cara yang sangat tidak baik.” (al-Isra’: 32) Islam, sebagaimana kita maklumi, apabila mengharamkan sesuatu, maka ditutupnyalah jalan-jalan yang akan membawa kepada perbuatan haram itu, serta mengharamkan cara apa saja serta seluruh pendahuluannya yang mungkin dapat membawa kepada perbuatan haram itu.


Justru itu pula, maka apa saja yang dapat membangkitkan seks dan membuka pintu fitnah baik oleh laki-laki atau perempuan, serta mendorong orang untuk berbuat yang keji atau paling tidak mendekatkan perbuatan yang keji itu, atau yang memberikan jalan-jalan untuk berbuat yang keji, maka
Islam melarangnya demi untuk menutup jalan berbuat haram dan menjaga daripada perbuatan yang merusak.


Pergaulan Bebas adalah Haram


Di antara jalan-jalan yang diharamkan Islam ialah: Bersendirian dengan seorang perempuan lain. Yang dimaksud perempuan lain, yaitu: bukan isteri, bukan salah satu kerabat yang haram dikawin untuk selama-lamanya, seperti ibu, saudara, bibi dan sebagainya yang insya Allah nanti akan kami bicarakan selanjutnya.


Ini bukan berarti menghilangkan kepercayaan kedua belah pihak atau salah satunya, tetapi demi menjaga kedua insan tersebut dari perasaan-perasaan yang tidak baik yang biasa bergelora dalam hati ketika bertemunya dua jenis itu, tanpa ada orang ketiganya.


Dalam hal ini Rasulullah bersabda sebagai berikut:


“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan sekali-kali dia bersendirian dengan seorang perempuan yang tidak bersama mahramnya, karena yang ketiganya ialah syaitan.” (Riwayat Ahmad) “Jangan sekali-kali salah seorang di antara kamu menyendiri dengan seorang perempuan, kecuali bersama mahramnya.”


Imam Qurthubi dalam menafsirkan firman Allah yang berkenaan dengan isteri-isteri Nabi, yaitu yang tersebut dalam surah al-Ahzab ayat 53, yang artinya: “Apabila kamu minta sesuatu (makanan) kepada mereka (isteri-isteri Nabi), maka mintalah dari balik tabir. Karena yang demikian itu lebih dapat membersihkan hati-hati kamu dan hati-hati mereka itu,” mengatakan: maksudnya perasaan-perasaan yang timbul dari orang laki-laki terhadap orang perempuan, dan perasaan-perasaan perempuan terhadap laki-laki. Yakni cara seperti itu lebih ampuh untuk meniadakan perasaan-perasaan bimbang dan lebih dapat menjauhkan dari tuduhan yang bukan-bukan dan lebih positif untuk melindungi
keluarga.


Ini berarti, bahwa manusia tidak boleh percaya pada diri sendiri dalam hubungannya dengan masalah bersendirian dengan seorang perempuan yang tidak halal baginya. Oleh karena itu menjauhi hal
tersebut akan lebih baik dan lebih dapat melindungi serta lebih sempurna penjagaannya.


Secara khusus, Rasulullah memperingatkan juga seorang laki-laki yang bersendirian dengan ipar. Sebab sering terjadi, karena dianggap sudah terbiasa dan memperingan hal tersebut di kalangan keluarga, maka kadang-kadang membawa akibat yang tidak baik. Karena bersendirian dengan keluarga itu bahayanya lebih hebat daripada dengan orang lain, dan fitnah pun lebih kuat. Sebab memungkinkan dia dapat masuk tempat perempuan tersebut tanpa ada yang menegur. Berbeda sekali dengan orang lain.


Yang sama dengan ini ialah keluarga perempuan yang bukan mahramnya seperti kemanakannya baik dari pihak ayah atau ibu. Dia tidak boleh berkhalwat dengan mereka ini. Rasulullah s.a.w. pernah bersabda sebagai berikut:


“Hindarilah keluar-masuk rumah seorang perempuan. Kemudian ada seorang laki-laki dari sahabat Anshar bertanya: Ya Rasulullah! Bagaimana pendapatmu tentang ipar? Maka jawab Nabi: Bersendirian
dengan ipar itu sama dengan menjumpai mati.” (Riwayat Bukhari)


Yang dimaksud ipar, yaitu keluarga isteri/keluarga suami. Yakni, bahwa berkhalwat (bersendirian) dengan ipar membawa bahaya dan kehancuran, yaitu hancurnya agama, karena terjadinya perbuatan
maksiat; dan hancurnya seorang perempuan dengan dicerai oleh suaminya apabila sampai terjadi cemburu, serta membawa kehancuran hubungan sosial apabila salah satu keluarganya itu ada yang berburuk sangka kepadanya.


Bahayanya ini bukan hanya sekedar kepada instink manusia dan perasaan-perasaan yang ditimbulkan saja, tetapi akan mengancam eksistensi rumahtangga dan kehidupan suami-isteri serta rahasia kedua belah pihak yang dibawa-bawa oleh lidah-lidah usil atau keinginan-keinginan untuk merusak rumahtangga orang.


Justru itu pula, Ibnul Atsir dalam menafsirkan perkataan ipar adalah sama dengan mati itu mengatakan sebagai berikut: Perkataan tersebut biasa dikatakan oleh orang-orang Arab seperti mengatakan singa itu sama dengan mati, raja itu sama dengan api, yakni bertemu dengan singa dan raja sama dengan bertemu mati dan api.


Jadi berkhalwat dengan ipar lebih hebat bahayanya daripada berkhalwat dengan orang lain. Sebab kemungkinan dia dapat berbuat baik yang banyak kepada si ipar tersebut dan akhirnya memberatkan kepada suami yang di luar kemampuan suami, pergaulan yang tidak baik atau lainnya, Sebab seorang suami tidak merasa kikuk untuk melihat dalamnya ipar dengan keluar-masuk rumah ipar tersebut.

Isnin, 23 Februari 2009

Lagu Pilihan : Hanya Kau Yang Mampu - Aizat

Ku cuba redakan relung hati,
Bayangmu yang berlalu pergi,
Terlukis di dalam kenangan,
Bebas bermain di hatiku….


Cerita tentang masa lalu,
Cerita tentang kau dan aku,
Kini tinggal hanya kenangan,
Kau abadi dalam hatiku….


Harusnya takkan ku biarkan kau pergi,
Membuat ku terpuruk rasa ingin mati,
Derita yang mendera kapan akan berakhir,
Hanya engkau yang mampu taklukkan hatiku


Cerita tentang masa lalu,
Cerita tentang kau dan aku,
Kini tinggal hanya kenangan,
Kau abadi dalam hatiku….


Harusnya takkan ku biarkan kau pergi,
Membuat ku terpuruk rasa ingin mati,
Derita yang mendera kapan akan berakhir,
Hanya engkau yang mampu taklukkan hatiku


Aku cinta ooohhhhhh…
Aku cinta oooooooo…


Ingin muaturun lagu ini? Klik di sini...

Khamis, 19 Februari 2009

Untaian Madah Cinta

Andai di dunia ini tidak ada cinta, maka hidup akan serasa gersang, hampa dan tidak ada dinamika. Cinta mampu membuat sesuatu yang berat menjadi ringan, yang sulit menjadi sederhana, permusuhan menjadi perdamaian dan yang jauh menjadi dekat. Itulah gambaran kekuatan cinta.


Mencintai tanpa memiliki itu ibarat orang Ethiopia yang kelaparan. Mencintai penuh dengan ketulusan adalah keharusan. Cinta adalah cinta.



Cinta itu anugerah. Hargailah setiap anugerah yang diberi kerana tak semua yang diberi akan dapat berulang-ulangkali.



Berilah cinta tanpa meminta balasan dan kita akan menemui cinta yang jauh lebih indah.



Jika kita sungguh-sungguh menginginkan cinta, maka cintalah pada akhirnya yang justeru menunggu kita. - Oscar Wilde



Cinta memang sulit difahami kerana cinta punya sejuta warna sehingga akan sulit untuk melukisnya
.


CINTA ! Sekelip mata saja kamu boleh jatuh cinta. Malah dalam sekelip mata juga hatimu boleh berubah. Cinta menjadi benci, rindu menjadi dendam.



Cinta sering dikatakan ‘buta’ tetapi jangan dijadikan alasan sehingga matahati tidak dapat menilai harga sebuah cinta.

Rabu, 18 Februari 2009

Cinta Tupai

Artikel dari "demipena"

“Korang jagalah orang perempuan baik-baik. Jangan mempermainkan orang perempuan. Kitorang sepatutnya dibimbing oleh lelaki, bukan jadi mangsa,” ujar salah seorang penghuni dengan sedikit tersekat. Tentu sekali kerana menahan sebak.



“InsyaAllah, kitorang ke sini pun untuk belajar sesuatu. Dan insyaAllah akan kitorang sampaikan pada yang lain di luar sana,” balas saya.



Itulah kenangan yang tiba-tiba menerjah ke ingatan semalam. Sambil menyiapkan sedikit kerja, saya memicit butang TV. Mencari siaran-siaran menarik. Saya berhenti di siaran Semanis Kurma sebentar. Tajuk ‘Ditebuk Tupai’ membuatkan saya ingin terus menonton.



Lebih menarik tetamu yang dijemput adalah dari rumah Raudhatus Sakinah. Sebuah nama yang tidak asing buat saya. Nasihat yang mengetuk pintu kenangan saya itu sendiri datang daripada salah seorang penghuninya.



Ketika saya ke sana dua tahun lepas, saya diberitahu rata-rata penghuninya terdiri daripada gadis–gadis pernah terjerat dengan kerakusan nafsu buas lelaki. Mempunyai sejarah hitam terpalit di ruang memori. Lazimnya terperangkap dengan istilah mulia yang digunakan dengan jijik, cinta!



JERAT PERCINTAAN?


“ Alfaisal, nak tanya. Kalau aku nak couple dengan seorang budak ni. Boleh ke?” tanya seorang kawan kepada saya melalui Yahoo Mesengger.



“Oh kau dah nak kahwin ek?” tanya saya.


“Eh taklah, agakla aku muda lagi kot hehe,” balasnya.


“Hehe habis kau nak ber’couple’ sebab apa?” Saya kembali bertanya.


“Sebab aku dah jatuh cinta kat dia,” luahnya.


“Oh begitu. Nak tanya boleh, cinta atau keinginan nak berpasangan semata?” soal saya.


“Ada beza ke dua-dua tu?” Dia pula tertanya.


“Ada, kita biasa sebut cinta itu fitrah. Fitrah ini bukan emosi semata tapi menyeluruh. Merangkumi rasional. Cinta bukan sekadar nakkan perhatian, nak kasih mengasihi. Tapi perlu juga jelas mana hala tujunya. Ada tanggungjawabnya,” cadang saya.


“Selain itu kalau bercinta mestilah lindung-melindungi sebab sayang kan?” Tanya saya.


“A’ah betul,” balasnya.


“Adakah dengan menjalinkan hubungan, keluar dating, bagi dia harapan dan bagi dia risiko untuk terjebak dengan zina. Lagi haru, posibility kosong untuk bertanggungjawab ke atas dia melalui perkahwinan. Tu melindungi ke?” Soal saya.


“Emm… tak kot,” jawabnya pendek.


“Kalau dah bertunang pun kita tak boleh buka ruang yang boleh buat pasangan kita jatuh dalam kerosakkan dan membelakangkan Tuhan. Inikan pula yang langsung takda rancang pun nak kahwin,” jelas saya.


“Betul jugak,” balasnya.


“Jangan jadi macam kambing hehe,” ujar saya.


“Hah, kenapa pulak kambing ni haha,” dia tertanya.


“Iye la, kambing ni bila dia rasa nak berpasangan, dia ‘kahwin’ sesuka hati. Hilang dah kehendak tu. Buat selamba je ‘blah’. Dia mana tahu erti tanggung jawab, lindung melindungi, lengkap melengkapi. Tapi kita ni manusia, ada benda kena TANGGUNG dan nak JAWAB jumpa Tuhan nanti,”


“Tapi kalau mengaku diri macam kambing tak boleh buat apa la haha,” tertawa saya disambut dengan tawanya juga.


Kadangkala kita keliru, apakah itu cinta dan apakah pula sebuah keinginan semata. Akibat keliru maka kita membiarkan diri menyentuh dan disentuh walaupun belum halal. Akibat keliru kita membiarkan diri merosak dan dirosakkan.


Semua atas nama kononnya cinta.


IKUT PERASAAN MENGUNDANG RABUN JAUH

“Saya sebenarnya pernah terlanjur dengan si fulan. Dah banyak kali. Tapi saya sekarang dah insaf, apa saya perlu buat untuk bertaubat?” Luah seorang gadis meminta nasihat.


“Hmm, Alhamdulillah baguslah kalau sedar apa yang dibuat sebelum ni salah. Itu satu permulaan yang baik. Insaflah dengan sebenar-benar insaf. Jangan ulangi, dekati pun jangan kesilapan lalu tu. Itulah taubat,” saya berkongsi sekadar apa saya tahu.


“Masih belum terlewat untuk mula hidup baru.” Tambah saya lagi.


“Tapi kan, saya tak dapat nak tinggalkan si fulan tu. Sebab saya sayangkan dia,” ujar gadis tersebut.


Dari perbualan kami, saya mendapat tahu bahawa lelaki tersebut masih belum insaf. Rupanya, gadis ini sendiri tahu bahawa memang buayafriendnya itu sering bertukar-tukar pasangan di ranjang.

Sungguhpun begitu dia masih sukar meniggalkan buayafriendnya. Semua kerana sayang yang keliru. Dan gagal melihat ke mana gaya hidup tidak sihat sebegitu akan membawa mereka. Malah azabnya mungkin tidak perlu menanti selepas ajal, tetapi datang menghukum ketika hidup.


Semalam di dalam rancangan Semanis Kurma yang membincangkan isu Ditebuk Tupai. Terdapat panggilan daripada seorang wanita berkongsi masalah yang dilaluinya. Dia menceritakan bagaimana sebelum berkahwin, dia sering bertukar-tukar pasangan di ranjang.


Dia kemudiannya insaf dan menerima lamaran seorang lelaki untuk dijadikan isteri kedua. Lelaki tersebut tahu sejarah hitamnya dan bersedia menerimanya seadanya.


Tetapi si suami tadi dikatakan mempunyai tabiat panas baran. Dan setiap kali dia marah, dia akan mengungkit-ngungkit kisah silam wanita terbabit. Malah mula menyatakan perasangka bahawa mungkin sewaktu ketiadaannya. Wanita tersebut mengulangi tabiat lamanya.


Saya mengasihani nasib wanita terbabit. Sememangnya itu satu ujian daripada Allah SWT untuk meninggikan martabatnya andai dia berjaya mengharunginya. Dan terdapat pengajaran yang boleh kita ambil daripada perkongsiannya.


Perkongsiannya mengingatkan saya kepada kata-kata ustaz Hasrizal di dalam artikelnya,


“Di dalam artikel saya sebelum ini, saya berkongsi nasihat dengan adik-adik bahawa jika mereka yang bercouple dan buat ‘ringan-ringan’ sebelum berumahtangga akan menghadapi kesannya di masa hadapan. Apatah lagi jika terjebak ke kancah zina. Selepas berumahtangga, si suami akan terfikir, “jika dengan aku dia berani berzina, apa yang boleh menghalangnya dari berzina dengan orang lain?” Kecurigaan ini menyebabkan jiwanya gelisah setiap kali meninggalkan isteri di rumah. Manakala si isteri berfikir dengan kecurigaan yang sama. Akhirnya rumahtangga itu penuh dengan syak wasangka dan pantang ada yang mencuit, pasti berbalas tuduh menuduh. Inilah yang maksudkan sebagai “dosa hari ini, menjadi kecurigaan esok dan selamanya”…


Maka seharusnya ia menjadi renungan, pintu taubat sentiasa terbuka luas. Jangan kerana sayang yang keliru. Kita dihinggapi rabun jauh hingga sukar untuk melihat lebih daripada sekadar semalam dan hari ini.


Yang akhirnya mengundang duka di masa hadapan.


Sekiranya apa yang kita faham sebagai ‘kopi’ adalah sekadar cecair hitam. Maka mungkin apabila kita mencari kopi untuk diminum, kita terminum minyak hitam untuk kereta. Lantas mengundang bahaya.


Tetapi seandainya kita benar-benar tahu kopi itu bagaimana aromanya, rasanya, pekatnya. Tentu tidak akan tersilap antara kopi dengan pelbagai cecair lain.


Jadi, fahamilah apa itu cinta dengan sebenar-benar faham. Moga tak terperangkap dalam kekeliruan. Hingga ada yang jadi tupai, ada yang jadi kelapa.


alFaisal

Kuala Lumpur

Selasa, 17 Februari 2009

Ditebuk Tupai



Artikel dari blog "mannyzain"


Aku baru habis menonton rancangan Semanis Kurma di TV9. Aku sangat suka menonton rancangan ini kerana ia membincangkan isu-isu semasa hal-hal berkaitan dalam agama Islam. Boleh kata aku tidak miss menontonnya pada tiap-tiap minggu. Isi kandungan yang dibincangkan sangat menarik. Ia diacarakan oleh sepasang suami isteri pendakwah iaitu Ustazah Datuk Siti Norbahiyah dan suaminya Ustaz Wan Akashah. Di samping mengamati isi kandungan rancangan tersebut, aku turut terhibur dengan telatah mesra mereka suami isteri.


Isu yang dibincangkan pada malam ini adalah "Ditebuk Tupai". Untuk isu malam ini, aku tak sempat kenal siapa panel jemputan kerana housemate aku asyik menukar siaran bergilir dengan TV3 yang menyiarkan cerita hantu bertajuk "Keliwon". Dan salah seorang panel lagi adalah seorang perempuan berpurdah yang dinamakan "Puteri" (aku tak pasti ini nama sebenar atau bukan). Selalunya rancangan ini menjemput para pasangan suami isteri dari kalangan selebriti, tapi pada malam ini tiada pula. Tak apa lah. Tujuan aku tonton rancangan ni bukan nak tengok artis pun.


Berbalik pada isu asal rancangan ini, ia agak panas dibincangkan kerana ia kebanyakannya berkaitan remaja dan perempuan (lelaki pun sama!!). Terdapat ramai pemanggil yang berkongsi masalah mereka pernah ditebuk tupai dan tak kurang juga yang berkongsi pendapat tentang isu yang dibincangkan. Ada yang tidak segan silu mengaku pernah ditebuk tupai dan telah berkahwin malah ada yang bahagia. Tapi ada juga yang sedih kerana suami mengungkit sejarah hitam si isteri.


"Puteri" yang dijemput sebagai panel khas memandangkan dia ada pengalaman ditebuk tupai berkongsi kisah silamnya di sini. Dia sekarang di bawah perlindungan rumah Raudhatus Sakeenah setelah hilang punca akibat mengandungkan anak luar nikah bersama bekas kekasihnya. Agak sedih kisahnya kerana ditinggalkan kekasih yang pernah berjanji untuk bertanggungjawab pada dirinya dengan menikahinya. Tetapi tidak tercapai kerana dihalang keluarga. Mungkin dengan sebab itulah dia meminta perlindungan di rumah Raudhatus Sakeenah bagi membela nasibnya.


Kadang-kadang aku terfikir, kenapa mereka boleh terlanjur untuk melakukan perkara sebegini. Apakah mereka sudah lupa yang Allah itu ada? Adakah mereka tidak tahu yang perbuatan mereka itu salah? Adakah mereka hanya memikirkan keseronokan dunia semata-mata sehingga lalai mengingati diri sendiri? Adakah mereka memberontak dengan masalah keluarga dan mencari ketenangan dengan melakukan perkara-perkara yang dilarang itu? Aku sendiri tidak ada jawapan untuk itu. Aku tiada pengalaman dan tidak berpeluang mempunyai kawan yang menceritakan segala sejarah hitam yang sebegini. Jadi aku kurang daya untuk menaakul masalah ini.


Aku teringat pada suatu malam aku dalam perjalanan pulang ke UPM setelah bercuti panjang di kampung halaman dan menaiki bas seperti biasa. Di sebelah aku seorang perempuan yang sebaya dengan aku. Manis wajahnya dan tinggi lampai orangnya. Bertudung litup dan kemas pula tu. Aku ramahkan mulut dengan memulakan bicara dan berkenalan dengan perempuan tersebut. Baik aku namakan dia dengan nama Nora (bukan nama sebenar). Bermula dengan bicara perkenalan Nora bercerita dengan aku pengalaman hidupnya yang tak pernah aku bayangkan akan aku lalui.


Dia tanpa segan silu mengaku yang dia pernah merasakan pengalaman seks sejak berusia 13 tahun (tingkatan 1) lagi. Walaupun bukan dengan keinginannya kerana katanya dia diguna-guna oleh seorang lelaki yang agak berumur (sudah berkahwin) yang juga seorang pendatang di kampungnya. Aku terfikir, umur 13 tahun apa yang seorang remaja yang baru nak kenal dunia tahu tentang seks? Aku sendiri tidak mengerti apa-apa pada waktu itu. Tersangat mentah. Kata Nora, sejak umurnya 13 tahun lagi, badannya memang serupa dengan badan wanita dewasa dan mungkin itulah sebab lelaki tersebut terpikat dengannya.


Sejak itu, hidup Nora seolah-olah dihantui. Dia tidak dapat lari dari lelaki itu dan sering berjumpa tanpa pengetahuan orang tuanya. Bertahun-tahun lamanya mereka berhubungan sehinggalah lelaki tersebut berpindah dari kampungnya dan dia masih meracau-racau mahukan lelaki tersebut. Nora sudah semacam orang gila jadinya. Ibu bapanya sudah puas berusaha mengubati Nora tapi gagal. Sehinggalah orang tuanya membuat umrah di Tanah Suci Mekah, barulah Nora pulih. Akhirnya dia mampu melupakan lelaki tersebut.


Setelah itu, dia berjaya menyambung pengajiannya diperingkat diploma dan hidup lebih ceria berbanding dulu. Tetapi cara hidupnya agak sosial. Mungkin kerana tersalah mengikut kawan-kawan yang hidup bebas di tengah-tengah bandaraya Kuala Lumpur. Nora nyatakan pada aku, selepas lelaki itu pergi dia sudah tidak bergelumang dengan seks lagi walaupun kadang-kadang dia ingin melakukannya kerana sudah merasai kenikmatannya. Tapi dia cuba lupakan dan berusaha menahan nafsunya. Dia hebat!!


Cara hidupnya masih agak teruk kerana Nora juga pernah minum arak!! Katanya kerana ingin mencuba sahaja. Tetapi agaknya kerana dia alah dengan alkohol, badannya jadi merah-merah seperti udang dibakar sebaik sahaja dia minum dan terus dia berhenti mengambil minuman haram tersebut. Nora ada kekasih baru dan kadang-kadang layanan kekasihnya membuatkan dia rasa ingin merayu untuk seks tetapi cuba ditahannya. Nora pada waktu itu berharap dapat berkahwin secepat mungkin dengan kekasihnya kerana bimbang nafsunya tak dapat dikawal lagi.


Agaknya dia sudah berkahwin dan punya anak sekarang kerana sejak pertemuan pertama aku dengan Nora di dalam bas itu, aku dah tak temui dia lagi. Aku harap dia sudah merubah cara hidupnya menjadi lebih baik setelah berkahwin dan bahagia walaupun pernah ditebuk tupai.


Sebenarnnya aku amat sedih mengenangkan nasib remaja-remaja yang ditebuk tupai ini. Aku tiada hak untuk menghukum mereka kerana kesilapan mereka. Yang aku mampu lakukan hanyalah menghindarkan diri aku sendiri dari melakukan perkara yang terlarang ini. Terlalu banyak yang aku temui sejak bergelar Mahasiswa. Mungkin kerana aku mula temui pelbagai jenis ragam manusia yang kadang-kadang ada yang aku tidak sangka akan temui. Pelbagai pengalaman hidup aku tempuhi dan ia mendewasakan aku. Pilihan juga semakin banyak dan kadang-kadang sangat kabur. Keputusannya di tangan aku sendiri. Aku berharap sangat-sangat moga sentiasa dilimpahi hidayah dari Yang Maha Berkuasa dan dihindarkan dari segala perkara keji dan mungkar.

"A'uzubillahi min zalik..."

Tips Cari Jodoh Bagi Yang Bujang (perempuan)

1. Hati mesti bersih: Hati kite ni walaupun bersih tapi kadang-kadang ade kotornye.


Contoh: cepat menyampah dgn org, cepat meluat, cepat benci dan sebagainye. Jadi cuba kikiskan sikap-sikap negatif ni supaya terpancar ketulusan / keikhlasan hati utk menyayangi seseorang.



2. Sikap positif terhadap orang: Jangan selalu ade syak wasangka yang bukan-bukan.



3. Ikhtiar: Ini penting...suruh le mak, bapak, kakak, kekawan, sedara carikan. Kalau boleh MANDI BUNGA supaya terserlah keserian wajah.


4. Berdoa pada Allah: Baca ayat seribu dinar 3x dan surah Yusuf ayat ke 4 selepas every solat.


5. Cara Komunikasi: Kalau bercakap dgn lelaki jgn kasar sgt dan jgn lembut sgt. Org lelaki paling tak suke kalau perempuan cakap kasar.."muka je lawa tapi mulut...kasakkkknyeee". Kalau cakap lembut sgt pun dipanggil mengada-ngada. So take the middle approach.


6. Mempunyai perasaan sayang / caring / prihatin terhadap orang. Kalau tak tunjuk caring, camna org nak care kite balik. Tapi not too much...as mentioned take the middle approach.


7. Last sekali pergaulan kite: Kenelah bergaul dgn org ramai. Barulah nampak muka. Kalau dok memerap kat rumah (bak kata Dr Masyitah) kalau lawa sekalipun..org tak tahu. So, tunjuk-tunjukkanlah muka tu asal tidak melebihi batasan agama.

hemm....
*sayangi sebuah perkenalan kerana disitu terciptanya kemesraan.. kenangi sebuah perhubungan kerana disitu terciptanya kerinduan*

Isnin, 16 Februari 2009

Lagu Pilihan : Janji Manismu - Aishah

Oh dunia ini
Penuh kepalsuan
Oh mungkinkah tiada
Keikhlasan
Apakah ini
Suatu pembalasan
Ku sedar kebesaranMu Tuhan


Aku bagai seorang
Kembara jalanan
Terumbang ambing
Di lautan gelora
Mencari kebahagiaan
Dahan untuk menumpang kasih
Mungkinkah suratan
Hidup ku selalu keseorangan


Hati membeku mengingatkan
Kata janji manismu... oh...
Ku dilamun angan-angan
Belaian kasih sayang suci darimu
Oh kejamnya


Lidah tidak bertulang
Ucapan cinta menghiris kalbu
Ku kan pergi membawa diri
Cinta di hati terkubur lagi


Tidak ku fahami
Mengapa terjadi
Peristiwa pahit mengguris hati
Jalanan hidup ini
Sudah tertulis
Kutempuhi dengan kesabaran
Kusedar kebesaranMu Tuhan...


Ingin muaturun lagu ini? Klik di sini...

Jumaat, 13 Februari 2009

Anjuran Berkahwin

Manusia adalah suatu kejadian ciptaan Allah swt. yang paling baik bentuk dan rupa parasnya, berbanding dengan makluk-makluk lain. Mempunyai akal fikiran, perasaan dan nafsu keinginan.


Keinginan kepada perkelaminan merupakan tabiat semulajadi seluruh makhluk di dalam alam ini. Pada permulaan alam, Allah swt mencipta Adam sebagai manusia pertama, kemudian darinya Allah ciptakan pasangan Hawa supaya perkelaminan bermula seiring dengan permulaan alam. Firman Allah yang bermaksud:



“Wahai manusia bertaqwalah kepada Allah yang menciptakan kamu dari satu diri (nafs) dan menjadikan pasangan dari dirinya sendiri. Dan membiakkan dari keduanya manusia lelaki dan perempuan yang banyak. Dan takutlah kepada Allah yang kamu minta-minta dengannya dan peliharalah hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah sentiasa mengawasi kamu.”



Islam yang memahami tabiat dan sifat-sifat semulajadi manusia telah mengizinkan perkahwinan. Rasulullah saw. sangat menyuruh dan menggalakkan umatnya berkahwin atau mendirikan rumahtangga. Rasulullah saw telah bersabda:

“Hai para pemuda, barangsiapa dari kalangan kamu berdaya mengadakan belanja kahwin, maka hendaklah kamu kahwin kerana nikah itu lebih pada menundukkan pandangan dan lebih menyelamatkan akan kemaluan. Kerana puasa itu ibarat kebiri.”


Sesungguhnya, berkahwin adalah sunnah yang hendaklah disegerakan bagi siapa yang telah cukup syarat-syaratnya. Penekanan kepada perkahwinan telah dibuat oleh Rasulullah saw melalui hadis:



“Kamu berkata begitu, ingatlah demi Allah sesungguhnya aku adalah orang yang paling takut kepada Allah dan paling taqwa kepadanya, tetapi aku berpuasa, aku sembahyang dan aku tidur, aku juga kahwin dengan perempuan. Barangsiapa tidak suka dengan sunnahku, dia bukanlah pengikut aku.”



Rasulullah saw sangat menegah umatnya dari terus membujang dan tidak mahu berumahtangga dan tidak mahu berzuriat seperti kelakuan orang-orang musyirikin yang tidak mahu bertanggungjawab kerana takutkan papa, miskin, merosot ekonomi dan kelaparan.



Gejala-gejala yang tidak sihat ini bertentangan dengan hukum Allah yang menjamin tiap-tiap hambanya akan diberikan rezeki mengikut muslihat hamba itu sendiri. Rasulullah saw telah bersabda:



“Tidak ada hidup membujang. Mereka yang hidup

membujang adalah seperti Rahib (hidup bertapa) dan
mengharamkan yang halal.”


Jelaslah, orang yang hidup membujang baik lelaki atau wanita sengaja mengharamkan yang halal. Yakni sanggup menahan gelora hawa nafsu dan membiarkan dirinya seperti dalam pertapaan, padahal persetubuhan boleh bebas dilakukan pada bila-bila masa, kerana dihalalkan oleh Allah, kecuali isteri sedang haid, dalam keadaan belum suci dari haid, nifas dan melalui dubur.



Demikianlah Allah swt menerangkan kepada hambanya tentang ada hikmah dijadikan lelaki dan perempuan. Ianya tidak lain supaya hidup berpasang-pasang, yakni berkahwin.



Apabila seseorang itu berkahwin, dia akan dapat mendidik jiwa, membersihkan hati dan memperkuatkan peribadinya. Rasulullah saw pernah bersabda:



“Jika seseorang itu telah berkahwin maka dia telah menyempurnakan separuh daripada agamanya, maka bertaqwalah kepada Allah pada separuh lagi.”

Khamis, 12 Februari 2009

Rumahtangga Idaman

Syurga rumahtangga itu fitrah hati
naluri semulajadi yang pinta diisi
kerananya jejaka rela menjadi suami
kerananya perawan rela menjadi isteri
masing-masing dengan harapan
agar rumahtangga membawa kebahagiaan.



Matlamat yang satu
tapi jalannya berliku
destinasinya sama
tapi kaedahnya berbeza
lalu bermacam jalanlah ke sana.



Ada yang mengatakan
bahagia itu pada harta
diukir dari intan permata
(gah, suamiku seorang jutawan)



Tidak kurang merasakan
bahagia itu pada rupa....
ditempa oleh wajah rupawan
(wah, isteriku seorang ratu)



Ramai juga yang merasakan
bahagia itu pada kuasa
dituai oleh pangkat dan jawatan
(wah, suamiku seorang negarawan)



Pelbagai jalan menimbul dilema
mencari yang benar mempelai tersasar
kalau bahagia itu pada harta
kalaulah bahagia itu pada nama
kalaulah bahagia itu pada rupa
kalaulah bahagia itu pada kuasa
kenapa Charles dan Diana berpisah?
kenapa Elvis dan Priscilla berpecah?
kenapa Onassis dan Jackie bertelagah?



Bahagia itu dari dalam hati
kesannya lahir rupanya maknawi
terpendam bagai permata dalam hati
terbenam bagai mutiara disalut nurani.



Bahagia itu pada hati
bertakhta di kerajaan diri
bahagia itu pada jiwa
mahkota itu disinggahsana rasa
bahagia itu kesabaran
bila susah tak gelisah
bila miskin tak pemarah
bila gagal tidak resah
oh suamiku, Inalilah... ... ... ... ... .



Bahagia itu kesyukuran
bila kaya pemurah
bila berkuasa amanah
bila berjaya tidak apa
oh isteriku, alhamdulilah... ... ... ... .



Hakikatnya bahagia itu ketenangan
bila hati mengingati tuhan
firman Allah :
ketahuilah dengan mengingati Allah itu memberi
ketenangan pada hati
suami isteri sama-sama mengerti
maksud tersemi takdir Ilahi
itulah zikir yang hakiki.



Binalah rumahtangga atas tapak iman
tuluskan niat, luruskan matlamat
'suamiku, kaulah pemimpin menuju Ilahi'
'isteriku, kaulah permaisuri hati... ... ... ... .'
penyeri Islamku nanti
muktamadlah akad sahlah nikah
dengan nama Allah
gerbang perkahwinan pun terserlah.



Diatas tapak iman dirikanlah hukum tuhan
iman itu tujuan
syariat itu jalan
tempat merujuk segala permasalahan
tempat mencari semua penyelesaian
'isteriku, taatilah hukum Allah'
'suamiku, patuhilah sunnah Rasulullah s.a.w'



Binalah hidup di neraca maaruf
rumah jadi sambungan madrasah... ... ... ... .
seninya kerana solat
indahnya oleh munajat
tapaknya... ... ... ... ..iman
jalannya... ... ... ... ... syariat
natijahnya... ... ... ... .akhlak
tiga penjamin segala
kunci kebahagian rumahtangga
dan terciptalah :
'setia dan penyayang suami'
'cinta dan kasih isteri'



lalu berbuahlah
mahmudah demi mahmudah
yang melahirkan... ... ... ..
soleh dan solehah!!!.

Selasa, 10 Februari 2009

Bagaimana Menemuduga Pengasuh dan Pembantu Rumah

1. Pertama sekali, tanya mengenai pekerjaannya yang terakhir, berapa lama dia telah bekerja di sana dan mengapa dia berhenti.

Jika ini ialah pekerjaannya yang pertama, tanya di mana dia belajar dan apa kelayakannya, jika ada (lihat di akhir artikel untuk mengetahui beberapa bidang dan kelayakan).

Walau bagaimanapun, apa yang lebih penting daripada kelayakan ialah memilih pengasuh atau pembantu rumah yang mesra, periang, bersimpati dan benar-benar sukakan kanak-kanak.


2. Anda tentu sekali perlu bertanya jika dia mempunyai sokongan dari mana-mana pihak, dan jika dia membawa surat akuan bersamanya. Dapatkan nombor telefon dan alamat orang yang menyokong supaya anda boleh menelefon atau menulis surat kepada mereka untuk maklumat tambahan.


3. Jika dia berpakaian cantik untuk temuduga (seperti kebiasaannya), adakah dia memakai seluar jean atau seluar panjang semasa bekerja?

Dalam ertikata lain, adakah dia bersedia untuk bermain dengan anak-anak anda? Pembantu rumah dan pengasuh yang terbaik adalah yang sanggup berguling di rumput dengan anak-anak anda dan duduk di atas pasir bermain dengan mereka!


4. Pernahkah dia bekerja dengan kanak-kanak yang sebaya dengan anak-anak anda sebelum ini?


5. Adakah dia mempunyai banyak idea untuk menghiburkan anak-anak anda?

Anda boleh meminta dia memberikan beberapa contoh apa yang boleh dilakukannya, atau projek yang dia hendak jalankan dengan anak-anak anda. Idealnya, aktiviti-aktiviti ini tidak memerlukan perbelanjaan yang besar! Jika dia mempunyai banyak idea untuk menghiburkan anak-anak anda pada hari hujan, dia ialah seorang pengasuh yang bagus!


6. Adakah dia mempunyai latihan dalam pertolongan cemas? Jika tidak, adakah dia bersedia untuk menghadiri sesi latihan pada waktu malam?

Tanya soalan-soalan yang spesifik seperti ‘Jika bayi terjatuh dari tangga dan tidak bergerak, apa yang perlu anda lakukan?’


7. Adakah dia seorang perokok?


8. Bolehkah dia menyediakan hidangan ringkas untuk anak-anak anda dan dirinya sendiri?

Jika dia akan tinggal dengan anda, tanya jika dia seorang vegetarian dan jika ada apa-apa makanan yang tidak disukainya. Anda tentu tidak mahu menghidangkan makanan yang tidak disukainya pada hari pertama dia bekerja! Jika dia vegetarian, adakah ini bermakna dia tidak sanggup menyediakan makanan berdaging untuk anak-anak anda?


9. Adakah dia sukakan haiwan? Jika tidak, dan jika anda mempunyai haiwan peliharaan, adakah dia selesa dengan keadaan ini?


10. Apakah kegemarannya?

Hobinya mungkin memberitahu anda sesuatu mengenai dirinya. Walau bagaimanapun, adalah berbaloi untuk mengetahui apa kegemarannya, terutamanya jika dia akan tinggal dengan anda. Jika dia sedang belajar bermain trompet, misalnya, anda tentu mahu tahu mengenai perkara ini.


11. Adakah dia berbakat dalam bidang muzik? Bolehkah dia menyanyi, bermain gitar atau piano? Sanggupkah dia menyanyi dengan anak-anak anda, mengajar mereka beberapa lagu dan sebagainya? (Lebih BAIK kalau pengasuh anda berkebolehan dalam bab-bab agama. Saya tidak mengesyorkan perkara2 yang melalaikan untuk diajar kepada anak kita)


12. Adakah dia bersedia membawa anak-anak pergi berenang setiap minggu?


13. Tanya pendapatnya tentang bagaimana anak-anak patut didisiplinkan. Adakah dia suka memukul atau lebih gemar berbincang?

Beritahu dia pendapat anda mengenai perkara ini hanya selepas dia mengemukakan pendapatnya.


14. Anda mungkin menimbangkan untuk berkongsi pengasuh pada masa-masa tertentu. Adakah dia sanggup menjaga anak orang lain dan juga anak anda pada masa yang sama untuk beberapa hari seminggu? Adakah dia sanggup dihantar kepada keluarga lain beberapa hari pada waktu pagi apabila anda tidak memerlukannya?


15. Adakah dia sanggup menolong dalam kerja-kerja rumah?

Tanya jika dia sanggup membuat kerja-kerja seperti menggosok, mencuci dan sebagainya. Anda tidak boleh melonggokkan kerja-kerja mencuci kepadanya selepas dia mula bekerja!


16. Jika dia akan tinggal dengan anda, pernahkah dia tinggal berjauhan dari rumah sebelum ini?


17. Jika dia tidak tinggal dengan anda, berapa jauhkah tempat tinggalnya dan berapa masa yang diambil untuk dia pergi ke rumah anda? Jika dia datang dengan keretapi, adakah alternatif laluan bas untuk diambil sekiranya mogok berlaku?

Saya pernah mempunyai seorang pengasuh yang tinggal berdekatan Heathrow – keadaan menjadi kucar-kacir apabila dia ketinggalan bas / keretapi. Fikirkan mengenai kesukaran perjalanannya (mungkinkah dia akan berasa bosan dengan situasi itu kemudian?) dan fikirkan mengenai kemungkinan berlaku mogok pemandu bas dan keretapi.


18. Adakah dia mempunyai teman lelaki atau pergantungan?

Soalan ini mungkin kedengaran aneh, tetapi saya pernah mempunyai pengasuh yang mempunyai anak. Dia tidak memberitahu saya tentang perkara itu semasa temuduga, dan memandangkan itulah pertama kali saya mengambil pengasuh, saya tidak terfikir untuk bertanya. Oleh kerana masalah boleh berlaku (jika anaknya sakit atau dia mempunyai masalah mendapatkan seseorang untuk menjaga anaknya), anda harus menimbangkan perkara ini.


19. Menjaga budak – jika dia tinggal bersama anda, dua atau tiga malam menjaga budak dikira sebagai sebahagian daripada tugas. Jika dia tinggal di luar, adakah dia mempunyai kesempatan untuk menjaga budak, dan berapa kadar sejam yang boleh dipersetujui bersama?


20. Jika anda menemuduga pembantu rumah, anda juga perlu bertanya berapa lama dia bercadang untuk tinggal di situ – ada yang datang untuk enam bulan, ada juga yang tinggal lebih lama. Biasanya anda tidak akan mendapat jawapan yang pasti daripada seorang pengasuh, tetapi cubalah. Seringkali pengasuh terlatih yang dalam tempoh percubaan akan tinggal selama 9 bulan.


21. Adakah dia bersedia untuk datang bagi temuduga kedua apabila anda telah bertemu dengan kesemua pemohon?

Ini sangat penting terutamanya jika anak-anak anda tiada semasa temuduga yang pertama kerana anda pasti mahu melihat bagaimana reaksinya terhadap mereka. Begitu juga jika anda menemuduga ramai pemohon. Anda boleh jadi kusut setelah menemuduga walaupun hanya enam pemohon dan bertanya soalan yang sama!


Soalan-soalan yang perlu anda jawab:
1. Mengapa pengasuh anda sebelum ini berhenti? Berapa lama dia telah bekerja dengan anda?
2. Apakah waktu kerja saya?
3. Berapa minggu cuti yang anda tawarkan; adakah gaji dibayar semasa cuti?
4. Bagaimana jika saya jatuh sakit?
5. Adakah anda akan menanggung cukai dan insuran?
6. Adakah tugas saya hanya mengasuh anak-anak atau adakah ia termasuk mencuci, menggosok dan sebagainya?
7. Adakah anda memerlukan saya untuk menjaga budak?
8. Saya seorang vegetarian, dan saya tidak selesa jika terpaksa memasak makanan berdaging. Adakah anda kisah?
9. Memandangkan saya akan tinggal bersama anda, adakah saya dibenarkan menjemput kawan-kawan datang pada waktu malam? Adakah masa-masa tertentu di mana saya perlu balik ke rumah?


Temuduga Yang Efektif
Sebagai seorang ibu atau bapa yang hendak menggaji seorang pengasuh, anda tentu prihatin terhadap isu semasa tentang kelayakan pengasuh.

Akhir-akhir ini, ada agensi yang membuka pendaftar persendirian mereka sendiri untuk menjalankan kempen mendesak kerajaan mengawal peraturan ini. Media juga kadang kala memperbesar-besarkan beberapa perkara.

Tetapi apa yang paling penting ialah ibu bapa harus mengendalikan sesi temuduga yang efektif sebelum mengambil seorang pengasuh. Menurut Rowena Whitlock dari Rhodes Interviews, ini ialah satu isu yang masih belum diberi perhatian oleh orang ramai. Saya telah bertanya kepada beliau untuk menerangkan perkara ini.

Menapis Permohonan
Kebanyakan ibu bapa bergantung kepada agensi untuk menapis dan meneliti permohonan; oleh itu, peranan mereka dalam proses ini hanyalah untuk “melihat samada mereka suka calon itu atau tidak.” Ibu bapa boleh dan harus mengambil tanggungjawab yang lebih besar di dalam memilih pengasuh. Samada menggunakan agensi atau tidak, proses temuduga hendaklah dilakukan dengan menyeluruh. Ia harus mendedahkan samada seorang calon itu bersesuaian dengan situasi anda.

Pekej Maklumat Penjagaan Anak
Ibu bapa yang kurang mahir dengan temuduga seringkali bergantung kepada organisasi tertentu untuk membekalkan pekej maklumat yang mengandungi senarai soalan yang perlu mereka tanya kepada calon-calon. Panduan ini memang berguna, tetapi ibu bapa perlulah ingat bahawa ini hanyalah panduan, di mana ia tidak menggambarkan tafsiran sebenar.

Pemeriksaan Polis
Mendapatkan rekod jenayah telah menjadi amalan biasa dalam menganalisa kelayakan seseorang calon itu. Tetapi adakah ia benar-benar membantu anda mengenali pengasuh anda?

Walaupun rekod jenayah adalah berguna, penting juga bagi kita melihat rekod itu dari perspektif lain. Sebagai bekas pegawai polis – dan mempunyai banyak pengalaman dengan penjenayah di bidang keselamatan – saya beranggapan bahawa rekod jenayah hampir sama dengan keputusan pemeriksaan HIV.

Seseorang calon itu mungkin disahkan ‘positif’, tetapi mereka mungkin tidak menunjukkan simptom-simptomnya semasa bekerja dengan anda. Sebaliknya, keputusan yang negatif hanya berguna pada hari mereka diperiksa – ini tidak bermakna mereka tidak akan menjadi ‘positif’ keesokan harinya. Rekod polis memang mengandungi maklumat penting, tetapi ia bukanlah sumber utama untuk mengenalpasti kejujuran seseorang pada masa hadapan.

Temuduga yang Efektif
Di tempat kerja, anda mungkin seorang penemuduga yang efektif, tetapi ketika menemuduga calon pengasuh, anda hendaklah lebih berhati-hati terutamanya kerana isu emosi yang melibatkan penjagaan anak dan keupayaan anda untuk menjaga keselamatan rumahtangga. Oleh itu, emosi anda mungkin tidak menentu sewaktu menemuduga, menyebabkan anda memilih calon yang salah. Dalam situasi ini, mengendalikan temuduga sendiri mungkin bukanlah cara yang terbaik bagi anda.


Temuduga yang efektif, lebih baik jika dihadiri oleh orang lain yang tiada kaitan dengan agensi anda, adalah jalan terbaik untuk anda memilih seorang pengasuh kerana:


* Temuduga yang objektif akan mendedahkan apa yang anda perlu tahu mengenai seseorang calon – bukan apa yang anda hendak dengar. Ini memberikan gambaran yang lebih baik mengenai bagaimana sikap calon itu sebagai pekerja. Dengan itu juga, anda dan juga calon tersebut tidak akan membuang masa.

* Seorang pengasuh yang baik akan merasa diri mereka dihargai jika mereka dilayan seperti seorang profesional di sebuah organisasi besar. Ini akan menanamkan kepercayaan dan kesetiaan yang tinggi yang tidak boleh dicapai melalui mana-mana alat pengawasan.


*Menjadi seorang pendengar yang baik, di mana anda tidak membuat andaian mengenai apa yang akan diperkatakan oleh calon tersebut, akan menjimatkan masa kerana anda tidak perlu meneliti semula apa yang diperkatakan. Tanpa anda sedar, anda telah melakukan analisa dan mengenalpasti keperibadian mereka. Perwatakan mereka biasanya akan terdedah sewaktu temuduga, memberikan anda cukup maklumat untuk mengenali mereka.

Iklan

IPMart Online Shopping
Belian dalam RM

Jom Borak


Free chat widget @ ShoutMix

Kerana Agama...

Kerana Agama...
Imam Nawawi